Saturday, 21 January 2017

Ketika Yeshua HaMasiach Memanggil - 1


21 Januari 2017

Shalom... !

Memasuki bulan Januari 2017 ini ada seorang hamba Tuhan yang luar biasa ( Dr. Morris Cerullo ) mengatakan bahwa kita memasuki " Tahun Berdoa & Bersyafaat ". Oleh sebab itu saya pribadi melakukan puasa Daniel selama 21 hari. Pada masa puasa banyak hal yang Ruach HaKodesh ( Roh Kudus ) ajarkan pada saya, sejak saat itu dan di tahun ini pula panggilan Tuhan dalam hidup saya semakin kuat maka saya tidak ingin mengeraskan hati saya supaya pengurapan-NYA sempurna menuntun setiap langkah-langkah kehidupan saya.

Pada awal tahun 2017, Ibu saya yang adalah seorang Gembala dari suatu gereja berkata kepada saya : " Minggu ketiga bulan Januari kamu harus siap untuk membawakan Firman di mimbar ! " Saya sangat terkejut lalu berkata kepada ibu saya : " Nanti sajalah Mah, jangan sekarang ! Akan tetapi Ibu saya berkata kembali : " Tidak di tahun ini kamu harus membawakan Firman di mimbar ! Kamu berdoa dan tanyakan kepada Tuhan di dalam doamu apa yang menjadi keinginan-NYA dalam kehidupanmu ! 


Jleebb tanda tak bisa melawan lagi.

Akhirnya setelah pembicaraan tersebut diwaktu malam sebelum mengistirahatkan tubuh saya, saya berdoa kepada Tuhan. Pada saat itu Tuhan berbicara kuat kepada saya ketika saya membaca surat dari Dr. Morris Cerullo yang tertulis :" God said to me : I want My people to walk in their prophetic purpose and My supernatural blessings. " yang dalam bahasa Indonesia : " Tuhan berkata kepada saya : AKU ingin umat-KU berjalan di dalam panggilan profetik hidup mereka dan berkat-berkat supranatural KU. "

Hati saya bergetar dan air mata menetes seketika itu juga, lalu secara pribadi DIA menyampaikan dengan lembut dan penuh kehangatan, hadirat-NYA tak dapat digantikan dengan apapun. Lalu akupun bertanya, BAPA apa yang aku harus sampaikan ? Dan sejak itu DIA menuntun dan memberikan segala sesuatu yang menjadi kerinduan hati-NYA yaitu untuk setiap umatnya berjalan dalam panggilan-NYA.

" KETIKA YESHUA MEMANGGIL "

Apakah yang kamu lakukan ketika seseorang memanggil ?
Ada 2 macam pilihan yang akan terjadi yaitu :

- MENJAWAB
- TIDAK MENJAWAB 

Adalah suatu hal yang benar dan santun ketika seseorang memanggil, orang yang dipanggil itu menjawab. Sedangkan apa yang akan terjadi jika kamu memanggil seseorang tetapi orang tersebut tidak menjawab  ? 
Tentu saja akan menjadi kesal, marah, atau mungkin bahkan berpikir orang tersebut tuli.

Bagaimana jika Tuhan sendiri yang memanggil ?

Ketika Tuhan Yeshua ( Yesus ) memanggil, Dia bukan sekedar hanya memanggil. Tetapi ada hal yang Tuhan ingin sampaikan pada umat yang menjawab panggilan-NYA. Apa yang saya sampaikan sebenarnya adalah suatu hal yang Tuhan sedang ajarkan kepada saya, dan biarlah itu dapat menjadi berkat buat kita semua - Amien !

Hal apakah itu ?

Mari kita buka di dalam Kitab Suci ( saya menggunakan versi ILT ) Yehezkiel 47 : 1 - 12 " Air dari Bait Suci "

Mari kita simak perlahan-lahan... Pada ayat 3 - 5 
" Ketika orang itu keluar ke arah timur ia memegang tali pengukur di tangannya, dia mengukur seribu hasta. Dan dia membawa aku melewati air, air sebatas mata kaki. Dan dia mengukur seribu hasta lagi, dan dia menyuruh aku masuk ke dalam air, air sebatas lutut. Kemudian dia mengukur seribu hasta lagi, dan dia menyuruh aku kembali masuk ke dalam air, air sebatas pinggang. Kemudian dia mengukur seribu hasta lagi, air itu sekarang sudah menjadi sungai yang deras sehingga aku tidak dapat melewatinya, karena airnya telah naik; air itu dapat untuk berenang, arus deras yang tidak dapat diseberangi. "

1000 hasta = +/- 45000 cm = +/- 450 mtr

Jadi untuk masuk di dalam panggilan Tuhan ada pergerakkan yaitu berjalan MAJU, bukan berjalan MUNDUR ! Suatu ketika saya bermain di sebuah pantai. Saya ingat untuk berjalan sedikit saja membutuhkan tenaga, terkadang jika sesekali ombak datang dan tubuh saya terhempas mundur kebelakang. Pada Yehezkiel 47 dikatakan ada aliran yang mengalir, maka gambaran tersebut bukan pada sebuah kolam. Tetapi air yang deras seperti sungai.

Disini kita melihat bahwa semakin kita melangkah maju memang tantangan deras air semakin kuat, permasalahan semakin banyak ( kesehatan, ekonomi, keluarga, hubungan dan lain-lain ). Mungkin kamu berkata :

" Tuhan bukankah Engkau Tuhan yang menyembuhkan tapi kenapa aku sakit-sakit terus, sembuh ini sakit itu "
" Tuhan aku melayani Engkau, tapi keluargaku kok berantakkan begini, aku cape, aku tidak mau pelayanan-pelayanan lagi ! "
Dan sebagainya...

Tetapi Tuhan menginginkan kita maju ! Tidak cukup hanya sebatas kaki, Maju terus ! Tidak cukup pula hanya sepinggang, tetap Maju terus ! Tidak berhenti juga sampai sebahu, tapi TENGGELAM ! TENGGELAM DI DALAM-NYA !

INGAT Tuhan melatih kita supaya kita TIDAK MENJADI anak gampangan, yang maunya serba cepat dan instant. Memang tidak mudah dalam menghadapi tantangan, saya pun mengalami banyak sekali tantangan. Setiap pribadi memiliki permasalahan nya masing-masing karena kita tau bahwa ketika Tuhan mendidik, DIA mendidik kita untuk menjadi dewasa.

Pada Yeh 47 : 9 bagian akhir dikatakan " kemana saja aliran arus itu mengalir, disana semuanya akan hidup " , dimana ada sumber mata air kehidupan maka disana semuanya akan hidup. Dikatakan semuanya akan hidup ! Yang sakit menjadi sehat, yang berkekurangan menjadi berkecukupan bahkan berkelimpahan, yang mempunyai hutang dapat melunasi hutang-hutangnya, begitupun yang mengalami permasalahan di keluarga dapat dipulihkan. Amien !

Yeh 47 : 12 b " ... Daun-daunnya tidak akan layu, dan buah-buahnya tidak akan gagal; pohon itu akan menghasilkan buahnya pada musimnya, karena airnya keluar dari tempat kudus. Dan buahnya akan menjadi makanan dan daunnya menjadi obat "


Karena tidak ada kematian pada sumber air itu. Sehingga yang dikerjakan akan menghasilkan. Sumber airnya adalah sumber dari “ tahta yang kudus “ Maka sumber itu pula yang membersihkan kita dari nama-nama berhala dan roh-roh yang najis di dalam kehidupan kita. Tidak ada lagi pikiran-pikiran kotor dalam kehidupan kita. Untuk itu semua, kita harus masuk dalam sumber airnya Tuhan, bukan hanya sampai semata kaki, sepinggang, sebahu tapi sampai penuh. Ya sampai PENUH ! 


Mari kita buka kembali Kitab Suci kita dan kita simak Matius 3 : 1 - 12

Seruan pertobatan " Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat ! " ( ayat 2 ) bukan saja diserukan pada masa Yohanes Pembaptis, akan tetapi itu juga berlaku pada masa-masa ini ketika kita dalam penantian menanti kedatangan Yeshua HaMasiach ( Yesus Kristus ) yang kedua kalinya. Kapan waktunya ? Kita pun tidak mengetahuinya, akan tetapi tetaplah berjaga-jaga karena kamu tidak mengetahui akan waktu dan saat-NYA.

" Hasilkanlah buah-buah yang sepadan dengan pertobatan. " ( ayat 8 )  Oleh sebab itu, kita harus berada di dalam sumbernya untuk menghasilkan buah-buah pertobatan yang dimanifestasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari." setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, ia ditebang dan dilemparkan ke dalam api. " ( ayat 10 ) Kita tentu saja tidak mau makan buah yang buruk, buah busuk pasti dibuang ke tempat sampah.

Ilustrasi Siraman Pengantin

Di tahun 2016 tepatnya pada bulan Mei adik bungsu saya menikah. Sesaat sebelum acara pemberkatan dan resepsi keluarga kami mengadakan acara adat dengan adat tradisi sunda. Yang memiliki arti simbolik bahwa sebelum memasuki perjalanan baru pada pernikahan, calon pengantin akan dibersihkan dan disucikan, sehingga noda masa lalu pada calon pengantin akan luruh. Dengan begitu pengantin akan kembali bersih menyambut hari baru di kehidupan rumah tangga.

Pada ilustrasi siraman pengantin tersebut mengingatkan kembali pada kita, bahwa sebelum kedatangan-NYA yang kedua kali, Tuhan Yeshua ingin kita dibersihkan, disucikan, didandani. Seperti seorang pengantin yang menantikan kedatangan mempelai, pengantin itu akan merawat tubuhnya dari ujung kaki hingga kepala, karena pengantin itu ingin terlihat sempurna untuk mempelainya pada hari pernikahannya. Sudahkah kita seperti layaknya seorang pengantin yang menantikan mempelainya yang adalah TUHAN kita ?

Tuhan Yeshua ( Yesus ) pun dibaptis ( Matius 3 : 13 - 17 ) sebelum DIA melakukan pelayananan-NYA. Supaya Yeshua dapat menjadi satu dengan BAPA-NYA, sehingga yang dilahirkan dari mulut dan perbuatan-NYA bukan dilahirkan dari manusia daging. Tapi dari Sang Nafas Kehidupan itu sendiri, yaitu YAHWEH ( Tuhan ). 

Mari kitapun menyatukan hati dengan TUHAN kita sehingga kita melahirkan kehendak-NYA. Melahirkan perkataan-NYA. Melahirkan tindakan-Nya. Semuanya bagi hormat dan kemuliaan-NYA.

Lalu dikatakan juga dengan Roh Kudus dan Api ( Matius 3 : 11 )
" Sesungguhnya, aku membaptis kamu dalam air untuk pertobatan, tetapi yang datang sesudah aku, Dia lebih berkuasa daripada aku, yang tentang Dia, aku tidak layak untuk membawa kasut-Nya; Dia akan membaptis kamu dalam Roh Kudus dan Api. "

Setiap hari kami ( ibu dan saya ) selalu berdoa pagi bersama-sama. Suatu ketika ketika kami berdoa, ibu saya mendapatkan penglihatan supranatural yaitu Tuhan datang dengan pasukan-NYA yang sangat banyak dengan menggunakan kuda dan mengeluarkan api disekelilingnya. Tuhan melaju dengan sangat cepat. 

Bukan untuk menakut-nakuti, akan tetapi pada Tahun 5777 - 2017 ini adalah Tahun Ayin Zayin -Tahun Pedangnya Tuhan, maka dari tangan-nya Tuhan mengeluarkan sebilah pedang dan dari mata-Nya mengeluarkan Api. 

Apakah artinya ?

Artinya ketika kita berjalan dalam pertobatan, mencari wajah-NYA, dengan berkomitment bahwa kita tidak mau jatuh lagi dalam dosa yang sama " seperti babi yang kembali kepada muntahannya " tapi kita benar-benar ingin menjadi baru,manusia baru, memiliki pikiran-hati yang baru maka pedang-Nya akan membebaskan kita dari setiap ikatan dan dari setiap belenggu yang mengikat kita selama ini. Sehingga ketika kita dibebaskan, kita dimerdekakan kita terus berada di dalam ketulusan, di dalam pengurapan-NYA dan kehangatan cinta-NYA, maka langkah derap kita seirama dengan-nya, kita ada di dalam api pengurapan-NYA. Untuk itu biarlah kita seperti gadis yang bijaksana yang Pelitanya selalu terus menyala !

Jika kita tidak mendengarkan DIA, mengeraskan hati akan suara pertobatan itu maka Pedang penghukuman itu datang menimpa ! 

Yesaya 66 : 15 – 16 ( ILT )
" Sebab lihatlah, YAHWEH akan datang dengan api, dan kereta perang-Nya, seperti puting beliung, untuk melampiaskan kehangatan murka-Nya, dan hardik-Nya dalam kobaran api. Sebab dengan api dan dengan pedang-Nya, YAHWEH akan menjatuhkan hukuman kepada semua yang hidup, dan orang-orang yang terbunuh oleh YAHWEH akan menjadi banyak jumlahnya. "

Di tahun 5777 - 2017 ini ketika suara Tuhan memanggil kita untuk datang, menginginkan kita untuk bertobat untuk masuk lebih dalam lagi, untuk meninggalkan semua kebiasaan buruk kita, maka jangan keraskan hati kita !

Sebab kita bukan sekedar masuk kedalam sumber mata air itu, tidak cukup sampai disitu tetapi juga kita harus mengalami kuasa dari Tuhan itu sendiri yaitu kuasa akan ROH KUDUS dan API.

Sekarang, ada 2 jalan yang diperhadapkan bagi kita. Manakah yang kamu pilih ? itu terserah…

Maka ketika kita MENJAWAB panggilan Tuhan : 
Kita tau apa keinginan Tuhan, tau isi hati-NYA, masuk dalam kehangatan cinta-NYA.

Tetapi ketika kita TIDAK MENJAWAB panggilan Tuhan : 
Kita dibimbangkan oleh dunia ini sehingga terseret dalam arusnya dunia dan terlepas dari KASIH KARUNIA.

Maka sekarang apakah yang menjadi isi hati-NYA, keinginan hati-NYA ?


bersambung...



© 2017 Louise Sarah


No comments:

Post a Comment

Copyright © 2016 Louise Living Life , Blogger